
Kegagalan demi kegagalan dialami saat pertama kali dirinya mulai membuat penangkaran burung murai batu ini, namun dengan kesabaran dan terus belajar secara otodidak akhirnya bang Roni pun berhasil menangkarkan burung murai batu yang terbilang langka ini, Salah satunya murai batu Baron adalah hasil penangkaran sendiri, pejantannya murai batu Buser dan betinanya jenis murai batu medan. 8 tahun yang lalu murai batu Buser bisa dibilang murai jawara di wilayah Subang Jalan cagak, setiap event murai batu Buser selalu jadi yang terbaik. Sekarang Murai batu Buser masuk penangkaran dan menghasilkan anakan yang berkualitas.

Murai batu Buser punya beberapa keunggulan, antara lain main anteng (nagen) di atas tangkringan, isiannya komplet, dengan speed rapat.
Burung ini juga mampu membawakan materi lagu secara jelas dan tuntas. Belum lagi gaya mainnya yang ngeroll-nembak” ujar bang Roni.
Berikut ini tips perawatan murai batu Baron yang diterapkan diterapkan Bang Roni:
Perawatan harian ( Senin – Kamis ):
- Setiap hari burung dijemur, mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00.
- Usai dijemur, sangkarnya dikerodong penuh hingga esok pagi.
- Siang hari, burung dimaster menggunakan beberapa jenis burung hidup. Malam hari, pemasteran dilanjutkan menggunakan audio mp3, dengan nada bervariasi.
- Pakan tambahan (EF) berupa jangkrik (porsi 8 / 7) dan kroto (1 sendok makan).
- Air minum wajib diganti setiap hari.
- Secara garis besar, pola perawatan masih sama seperti harian.
- Namun porsi jangkrik dinaikkan menjadi 10 / 10 dan kroto ( 1 sendok makan ).
- Pola perawatan sama seperti harian.
- Porsi jangkrik dinaikkan lagi menjadi 15 / 15 dan kroto ( 1 sendok makan ).
- Pola perawatan sama seperti harian, tetapi burung sudah tidak dijemur.
- Sampai ke lokasi lomba burung diberi ulat hongkong (5 ekor).

Bang Roni berjanji tak akan menjual murai batu Baron. Kalau nanti pensiun dari lomba, burung ini rencananya akan ditangkarkannya, untuk mendapatkan keturunan-keturunan berkualitas.
No comments:
Post a Comment